MUHAMMAD NABI KASIH SAYANG
Wahai kakakku
Wahai adikku
Wahai temanku
Wahai sahabatku
Wahai saudaraku
Akankah kalian meraih cinta
Adakah kalian memiliki cinta
Mampukah kalian men-cinta
Tanpa FISIKNYA
Sanggupkah kalian mencinta
Karena kuasanya
Cinta-ilah aturannya
Cintailah
Kesintaannya
Mencintai kita
Januari 04
ERROR
Nilai adalah kemampuan
Buku bukanlah bantuan
Dosen apanya Tuhan
Teman cucuknya nabi
Januari 04
“ Bila DOKTER belum berlanjut
segera hubungi TUHAN “
Januari 04
Sekali MATI sudah itu CINTA
Sekali HIDUP sudah itu SENI
Januari 04 CINTA dalam HIDUP
Talak I Obat
Talak II Rumah Sakit
Talak III Wafat
Januari 04
Kita naksir?
Ada akal,
Ada hati
Jadi ratu !
Januari 04
HATI RIBEN
Wajahnya halal
Tangannya halal
Salahkah jika dipandang
Tabukah bila bukan muhrim
Belum sanggup untuk harim
Mata…???
Apakah haram
Januari ‘04
CIDAHA VERSI IWAN & CHRYSE
SEPERTI YANG ENGKAU MINTA
AKU BUKAN PILIHAN
Maafkan aku tak bisa memahami
Maksud amarahmu
Dengan siapa kau melewatinya
Aku tak bisa memahami
Ampuni aku yang telah
Memasuki kehidupan kalian
Ternyata kau mendua
Membuatku terluka
Aku tahu kutakkan bisa
Menjadi seperti yang engkau minta
Tinggalkan saja diriku
Yang tak mungkin menunggu
Aku tahu dia yang bisa
Menjadi sperti yang engkau minta
Jangan pernah memilih
Aku bukan pilihan
Namun selama aku bernyawa
Aku kan mencoba
Benarkah ini dia
Wanita yang kukenal hatinya
Januari 04
CINTA bagaikan BAB dalam novel.
BAB I berbentuk puisi
BAB II isi
BAB III tergantung dua hati
BAB IV terserah
Januari 2004
CWK <+> CWK
Tiga huruf dua hati satu esa
Wekwek kering
Duduk manis
Wokwok bengong
Imajinasi haus
Kayu bakar
Korek api
Wekwek mekar
Wokwok bagi
Kayu basah
Korek kering
Wekwek muslimah
Wokwok pusing
Asam di gunung
Garam di laut
Nafsu hilang
Cinta selamat
15 Januari o4
Cari Cinta ?
jika cinta itu kaya
miskinkah aku
apakah aku pengemis cinta
januari 04
SUBYEKTIF SEORANG HAMBA
Kebetulan musabab takdir
Kebetulan aku lahir
Kebetulan aku laki-laki
Kebetulan aku islam
Kebetulan aku kuliah
Kebetulan aku masih ada orang tua
Kebetulan
Dari Allah
Oleh Allah
Untuk Allah
Kebetulan semua ada cinta
Kebetulan aku tidak tahu
Kapan hamba mati
Tondo, 25 Januari 04
FALENTINE
Semeter benang putih
Menjahit
Kolor hitam
13 Februari 04
BAYANG – BAYANG
Kamar bisu tak bercahaya
Malam gelap gulita
Di dalam kegelapan
1 2 3 4 5….. dan seterusnya
janji melenyapkan bayangan
dua makhluk tak berbayang, menyanyi merayu gempa balik nafsu
dik – duk
dik – duk
dik – duk
dik – duk
dik – duk
dik – duk
dik – duk
ribuan bahkan jutaan rasa tak terasa bibayangkan
aaaaah haaaa’aah……
ah ah
aaahh uahhhh
satu rasa, dua rasa membayang – bayangi
sakit, sa, sa saaakiit, uhhh……. Aahhhhh, Enak
sakit enak sakit enak sakkit enak sakiiiiiiiiiiit
saya cabut sayang !?? aaaahhhhhh. Cabut ??? ah jangan !!!
bukan malam yang panjang tapi…..
tapi ….. oooooooouuuuuhhhhhh………
19 February ‘04
AIUEOOOOOH INDONESIA_KU
24
visi & misi
hidup
rasa
politik
rakyat
pemimpin
bangsa
1
negara indah
Maret 04-
HIDUP SIAPA
Mmma mma ma
Mama
Pppa ppa pa
Papa
Aduh ma
Aduh pa
Hore-hore
Hamma’
Kasiaan deh lu
Untung
Seandainya
Astagfirullah
Subhanallah
Innalillah
Alhamdulillah
Ma…..
Ti …..
Maret 2004
PERJALANAN
PRAwan…?
Jiwa pantat bensin
Fisik suci jadi ransel
Iman bukan di kontol
Jilbab tentu begal
16 Maret 04
HYMNE NO NA
DI ANTARA dua kaki yang selalu bergerak
Dia tak pernah bergerak
Di balik kain penutup aurat
Dia justru didobol
Va’…vagina. Yah vagina. Ohhh vaginamu
Yah yah sudah itu beliau
Yang bermahkotakan neraka atau surga
Untuk di dunia dan akhirat
Beliau bukan hanya kehormatan bagi dinda
Melainkan neraka atau surga sebagai penghargaan kalian
Terhadap seorang hamba yang sama-sama kita kenal sebagai
Pemilik surga di telapak kakinya, Dialah I B U
Bagimu neraka di dunia
Mungkin syurga bagi ibu di akhirat
Bagimu surga di dunia
Mungkin neraka jahannam bagi ibu kita di akhirat
Sadar bahwa iblis bukan tak ingin sujud kepada adam
Iblis bersama hawa telah sujud di balik nafsu adam
Mengapa? Tak ada malaikat bersahabat dengan kegelapan
Mengapa? Tak ada iblis bermusuhan dengan kegelapan
Rawan, Ppe, pe Perawan.
Siapakah yang masih perawan di antara kalian
Siapkah kalian untuk tidak perawan
Siapa yang bilang temanku tidak perawan
Siapa bilang kalian tidak perawan
Siapa tahu dinda tidak perawan
Siapa yang bilang kalian lupa Tuhan
Lupa Tuhan? Atau Tuhan yang lupa kalian
Katanya kalian sadar setiap saat
Kenapa kau sadar saat orang lain tertidur
Kenapa kau tidur saat orang lain tidak tegang
Kenapa kau tegang jika senang
Kenapa kauy senang belum menang
Kenapa kau menmang padahal kau telanjang
Kenapa kau telanjang dengan alasan kesetiaan
Kenapa kau setia banget, baruji kasihan pacaran
Kenapa kau mau pacaran jika apa pun akibatnya
Telah anda sa da ri…
Waspadalah!
Waspadalah!!
Waspadalah!!!
Ingat ……..!!!!
Perzinahan bukan terjadi hanya karena ada niat pejantannya
Tapi
Adanya kegelapan tanpa niat untuk sebuah pelaminan yang suci
Apri ‘04
SEANDAINYA
Sesungguhnya Tuhan kita
Sebenarnya aduan kita
April 04
HARUSKAH KATAKAN PACARAN
suka ke-padamu
cinta di-padamu
katakan ingin milikimu
ungkapkan hasrat punyaimu
kepda d i r i mu
takdir seorang kan suamimu
sebelum jika aku
harappun jodohmu
21 Mei ‘o4
INDAHNYA JOMLO
Di depan radio hadir bayangan semu
Di depan tv membayang kau dan aku
Konflik jauh di ujung fatamorgana
Kemesraan diraih tanpa suara
Mata keranjingan
Hati penuh harapan
Mulut tak perlu keberatan
Telinga bebas kemasukan
Mimpi pun
Bisa ketemu bulan
Demikian memilah bintang
Nafsu untuk kesetiaan
Seorang diri tak ada beban
26 Mei ‘04
17 SKS
C E D
sistem kehidupan sementara
syarat keindaha seharian
C D E D C
kedewasaan kita tak perlu penjelasan
kesadaran kita tak butuh jawaban lagi
G D
oouooho oouoooh
G A C D
disela milyar nafas hari ini
Bm E C D
adakah pasrah puluhan nafas
G A C D
diantara tawa hari ini
Bm E C D
apakah tidak perlu berkumur
# REFF
G C D
siang malam kita lalui
G Am D
akankah jumpa air suci
hadirkah rasa syukur kita
G C D
di antara lima waktu
G Am D
lepaskan semua derita
ihlaskan semua masalah
buktikan jika ada cinta
hadirkan rasa syukur kita
C E D
sistem kehidupan sementa
syarat keindahan seharian
sistem kehidupan sementara
saksi kematian selamanya
pulang ke re
ff
Bm Em C D
semoga kita selamat
G D E
dunia akhirat
28 MEI O4
SERGAP
Kalau kami sudah dewasa
Jangan bilang bencana akan datang
Kesedihan bukanlah harapan
Bila terjerumus di dunia hitam
Oo yao yao ya sergap 2x
Nafsu nafsu nafsu dan cinta
Itu naluri yang kami miliki
Ternyata kami harus kreatif
Berteman syetan untuk jalan terbaik
Oo yao yao ya sergap 4x
Perzinahan atau percinta – cintaan
Banyak cara teramat banyak untuk dilakukan
Perkosaan atas nama pacaran
Banyak bohong teramat banyak pasti kau dapat
Keguguran atau perdukun – dukunan
Banyak janji teramat banyak dia pasti kegirangan
Orang tua tontonlah kami di tv
Banyak sudah teramat banyak jangan kau teruskan
Hai lakukan lakukan apa yang pantas dilalukan
Jangan sampai yang terbanyak tambah banyak
( lirik BONGKAR:Iwan Fals)
OBSESI
Kenapa mesti takut tidur
Kalau itu seakan mati
Juni 04
CEWE BOLEH, COWO LEBIH
Cewe body gitar
Cowo mainkan senar
Cewe mata uang
Cowo hidung belang
Cewe pantat bensin
Cowo pelumas mesin
Cewe dada besar
Cowo pasti keker
Cewe baju seksi
Cowo ajak nari
Cewe tak berjilbab
Cowo selalu junub
Cewe masih perawan
Cowo ada harapan
Cewe tidak perawan
Cowo tetap makan
Cewe kunci pintu
Cowo buka baju
Cewe takut hamil
Cowo tidak jahil
Cewe minta kawin
Cowo kasih harapan
Cewe paksa nikah
Cowo bilang, pliiiiiss dheeeh
Juni ‘o4
MING-MING
MENG-MENG
Cintailah istrimu
Sayangilah dirimu
Raih kemenangan
Sadar pengharapan
03:oo_27 Juni ‘04
SOLUSI WC UMUM
Katanya fangky
Bisiknya janji
Teriaknya lari
Makan itu cinta
Kunya itu setia
Sedot itu nafsu
Minumlah di penghulu
28 Juni ‘o4
LAGU CIDAHA
Cidaha, cidaha banyak cidahaku
Cantik kalem manis semuanya nempel
Jasmanimu indah
Rohanimu suci
Cidaha, cidaha
Cewe’ semua
Juli 04
TIAP INSAN KAMIL
MEMILIKI NALURI UNTUK
BERFALSAFAH
TERHADAP
CINTA
07‘04
KESETIAAN
Aku mencintaimu seperti kau
Mencintai buah hatimu karena
Aku bapaknya
Aku menyayangimu seperti
Kau menyayangi keperawananmu untuk
Aku sang suami
Aku membencimu seperti
Kau membenci anak
Karena kehilangan bapaknya
Agustus o4
R. A. KARTINI
Lahir : Jepara, 21 April 1879
Wafat : Rembang, 17 September 1904
Mengenag 100 tahun kepergian seorang pahlawan pergerakan nasional
Khususnya pejuang hak-hak kaum perempuan
Kepada beliau kami berjuang dibalik birahi sang hawa
Kepadamu yang telah mendobrak benteng pemisah antara pejantan dan betina
Engkau pergi bukan berarti mati
Engkau meninggalkan mereka tidak meninggalkan gejolak gender
Ibunda pertiwi bangga melihat hasil perjuanganmu
Dari jiwa putri bangsa tersirat ucapan terima kasih
Di balik do’a-do’a suci
Dari kehormatan putri bangsa terbersik celoteh maaf
Bukan perjuanganmua tak sampai
Semoga penerus perjuanganmu adalah jiwa-jiwa iman
Yang abadi melekat dalam hati sang petelur tangguh
Kasihani hak-hak prerogatif perempuan/gadis
Untuk menggapai kursi pelaminan beliau yang suci
Hidup perempuan
Hidup gadis/cewe’
Hidup tomboy
17 September 2004
COBLOS VIRGIN
Apakah…. Kalian sudah dipilih
Tahukah …. Jangka pencoblosannya
Hanya satu kali satu nyawa satu wanita
Syarat tidak memandang orang tua, budaya, usia, dan, agama
Rukun tidak melihat cantik atau merasa cantik apalagi jelek
Entah sehat atau sakit
Entah alim atau sok alim
Apalagi tidak sama sekali
Selama kodrat masih hawa
Selama bingkai masi bernyawa
Selama kegelapan masih syurganya dunia
Selama komisi pencoblos untung
Selama pengawas pencoblosan adalah sang cinta maha fana
Selama cinta masih maha setia
INSYA ALLAH,
Sebagai pejantan tangguh
Sang adam akan memilih
BERDO’ALAH
18 November ‘o4
“ P “
perempuan Pacaran = Percintaan + perkosaan : Perawan Pecah ?
prustasi ? preman ? pelacur ?
pe sadis jo
Desember ‘04
THE CHOIS
Pada tanah dari kegelapan
Tertanam cinta akan kesetiaan
Okulasi batang, adaptasi lobang
Mengorbitkan bulan penuh ketegangan
Berbunga muktamar
Berbuah solusi aroma kasihan
Haruskah putus hubungan ?
Perlukah karantina berbulan ?
Mungkinkah gugurkan ?
Ataukah kawin paksa ?
Pilihlah berdasarkan takdir
Semoga kematangan ada pada DIA
Sang Maha Adil
08 Desember ‘04
OSTEOPOROSIS
Aku sebagai laki-laki, sama dengan yang lain
Tapi mengapa kami harus iri pada perempuan
Disaat penuaan tiba
Kenapa terkadang menguasai tongkat demi nyawa
Apakah takdir sosok pekerja keras saat muda
Ataukah itulah ekspresi dari tubuh yang pernah kekar
Namun mengapa ?
Kaum hawa hanya segelintir
Apakah dimasa muda tak ada pacar
Ataukah kisah asmara remaja tak pernah hadir
Namun mengapa ?
Yang lainnya tidak
Apakah pasti tiap hari selalu busung dibonceng
Ataukah karena sabut pengaman motor
Adalah tangan
12 Desember ‘04
MAAF
Siapakah yang mengatakan
Gadis yang lewat
Adalah yang cantik
Dialah yang montok
Juga yang seksi
Maaaf,……
Apakah yang sebenarnya
Gadis itu yang punya
Apakah yang sesungguhnya
Gadis itu DIA yang puNYA
Maaaf,……
Sesungguhnya yang sebenarnya
Gadis itu yang punya
Jika aku bersaksi di-lokalisasi
2o Desember o4
KARENA API
Seorang anak menyusul
Di malam peprtamamu
Pondok kecil beratap rumbia
Mengeluarkan cahaya meraih angkasa
Bergamakan akibat teriakan sang istri nelayan
Melahirkan panik hancurkan tahlilan
Radiasi telah membangunkan mereka dan yang tinggal
Dengan air sederhana yang ada
Kobaran mulai padam beserta dinding
Dari celah-celah bara api
Nampak sosok lambaikan tangan
Hangus tak bernyawa
26 Desember 04
malam pertama tahlilan saudara Iwan
28.10.08
SAJAKs2003
CINTA VERTIKAL
KAU LIHAT CINTA-NYA, DATANGI DI LIMA WAKTU
R.A.L
Yang …..
Dinda adalah media religius
Bahkan kakanda adalah saksi tak bermata
Dari mereka yang berkarya
Hanya karena secuil masalah cinta
Sehingga semuanya menciptakan penyesalan
Namun sayang
Mereka berdua tak menyadari arti hidup
Bahwa ada lima waktu dalam sehari kadang terlupakan
Sadarilah
Bahwa itulah ekspresi sebaik-baik cinta
Karena cinta-Nya.
Maret ‘03
Si CANTIK
Lingkunganku indah
Pemandangannya unik
Rumahku nyaman
Kamarnya tenang
Suasananya romantis
Karena dihiasi kreasi
Lalu
Adakah kecantikan yang bernyawa
Mungkin hanyalah binatang piaraanku
Namun adakah hadir si dia yang cantik
Yang dapat menghiasi jiwaku, mengatur langkahku,
Membatasi tabirku, memberi semangat hasratku,
Mengobati sakitku, menyanyikan syairku,
Bahkan dia adalah pembawa petunjuk yang diutusNya untukku
10 Maret 2003
NYAMUK
Engkau adalah salah satu dari makhlukNya
Tubuhmu mungil tetapi tidak pula jahil
Engkau ada karena keajaiban Tuhan
Semata untuk melaksanakan kodrat yang suci
Engkau hadir di syurgaku merupakan jawaban si hati yang jijik
Karena sebuah soal dari beraneka gantungan baju
Engkau mengdapatkan nafkah
Dari jeritan-jeritan dosa yang mengalir di jiwaku
Namun demikian hamba sempat heran
Apakah engkau sendiri
Kemudian, ke mana saudara-saudaramu
19 Maret 2003
ANTARA KITA
Wahai wanita cantik
Aku suka kamu, namun
Yang jadi masalah
Apakah kamu juga suka
Kamu suka aku, tapi
Masalah yang jadi
Apakah aku juga suka
Kau benci aku
Adakah maaf untukku
Aku benci kamu
Adakah khilaf dan taubat
Antara kita
Mei 03
PLTD PALU
Nyalamu gelisahku
Menunggu giliran
Menahan sabar
Menunggu waktu
Malaikat pun lalu
Padamu hinaku
Aku dan dia
Engkau
Adalah
Saksi kelabu nan padam
Mei ‘03
INTERPIU
Mana maetuwah ?
Noeiyhi…
Mana cidaha ?
Bwoanyak …
Mana paetuah ?
Malu ahh…
Juni ‘03
SAYANG
Gue tidak mempermasalahkan
Ke-tidak keperewananmu
Bukan pula pergaulanmu
Apalagi sikap sekulermu
Juga hapy-hapymu
Akan tetapi
Imanmu
Juli ‘03
ANDA PUNYA HARGA
SAYA PUNYA NILAI
CEWE BER-BISA
COWO PUN-BISA
JULI ‘03
SABAR DAN DO’A
Dapat memberikan yang lebih
Dari
Dia
INSYA ALLAH
*SANDIWARA*
Cerita dalam cerita
Terdapat keindahan
Seindah-indahnya
Cerita dalam naskah
Lebih indah lagi
Cerita (skenario) dari Tuhan
4 juli ‘03
hilangnya bayangan yang indah di kamarku akibat
hadirnya tubuh yang cantik di nafsuku
18 8 03
MARTABAT
Mahkota kalian bisa hancur di istana
Kehormatan kalian pun tak dhargai
Semua bukan harapan orang tua
BagiNya silet, bagimu tali
20082003
SUA TUHAN
Malu aku tak sujud
Sujud aku tak sombong
Sombong aku tak malu
Malu aku tak sombong
Sombong aku tak sujud
Sujud aku tak malu
Malu dilihatNya sombong tak salah
Sombong penyakit terus sujud
Sombong penawar tak berhenti malu
Sombong kita harus malu
Malu mari kita sujud
Sujud tanpa sombong
Malu musnahkan sombong
20082003
CEMBURU BUTA
Semoga Tuhan dapat mengetahui
Aku bukanlah pria pecemburu
Namun salahkah jika kugini
Pria lain berjalan bersamamu
20082003
P – RAWAN
Semoga alam tak salah
Melihat dini kemesrahan
Menggemparkan gender penyesalan
Menciptakan petik belum boleh
MenyaksikanNya yang Maha Lihat dan Tahu
21082003
KURUNG GAUL
Enkau temanku
Kalian sahabatku
Syurga neraka wujudmu
Timur barat imanmu
21 Agustus ‘03
CANTIK
Orang banyak bilang
Engkau tidak cantik
Aku pun turut bisa tidak
Namun mampukah hamba menjalani dunia dan akhirat
Bahwa engkaulah
Bidadari yang mampu di mata Allah
25 Agustus ‘03
DUA SEJOLI
Kesana kemari
Bagaikan merpati
Disana sampai disini
Bukan lagi mimpi
Itu apalagi ini
Dapat dirasai
Kepela hingga kaki
Tak ada daerah otonomi
Hari demi hari
Ada aku kau ada di hati
Mami dan papi
Tiada hasrat jadi saksi
Syurga dalam api
Hukum alam membuahi
Kontrasepsi
Bukan tak ingin berbagi
Hanya dengan puisi
Refleksi bagimu dua sejoli
25 Agustus ‘03
KEPADA SANG MAHA EROS
Maha suci engkau menciptakan kami
Maha agung engkau memberikan petunjuk
Tuahan
Haruskah aku berjalan untuk sementara
Sanggupkah aku menempuh hidup panjang
Mengapa, …! Mengapa, …?
Hati ini ingin melangkah lagi
Hati ini ingin hidup halal
Hati ini mesti terus berangan
Kapan…???
Kapankah engkau Maha memberi lagi menciptakan
30 8 30
“seorang SENIman bukanlah berarti menjalani HIDUPnya dengan RASA seharian”
19 September 03
PINTU PENANTIAN
Hitam dan putih ingin mampu menjadi satu warna yang lebih indah di hadapan-Mu.
Makasar 17-11-03
RAYA PUSING HARI RAYA
Tidak hasrat sua berkubur
Tidak fisik jin Izrail
Tidak siratal hati mustakim
Tidak menanti ajal menjemput
Enrekang, 18-11-03
SEDANG DICARI
Tidak hasrat ingin penggombal
Melainkan hanya memberi signal
Sebab kebohongan bukan bekal
Kejujuran satu-satu siratal
20 November ‘03
MENCARI CINTA
Demi waktu
Hidup nan kelana
Untuk cinta
Mati pun ngemmis
29 November ‘03
OHHH SALEHAH
Adakah seorang pendamping
Akankah kutemui jodohku
Yang akan tersenyum
Di saat suka dan dukaku
Yang mampu sabar
Di saat aku lebih awal kepangkuanNya
Yang mampu tabah
Di saat kepergianku
Yang mampu setia
Di saat mengantar usunganku
Dan do’anya selalu
Menemani di kuburku
26 12 03
SEBERAPA PANTAS
KATAKAN APA…?
Katakan pantas apa seberapa
Katakan saja demi cinta
Katakan lebih nikmat jadi cidaha
Katakan serius boleh santai
Katakan hati-hati dengan hati
Katakan makruh untuk rokok
Katakan tertgantung untuk narkoba
Katakan jadi, jadi saja
Katakan tidak untuk fitnah
Katakan haram bila syetan
Katakan apa untuk ber-joli
Katakan halal jika putih
29 Desember ‘o3
KAU LIHAT CINTA-NYA, DATANGI DI LIMA WAKTU
R.A.L
Yang …..
Dinda adalah media religius
Bahkan kakanda adalah saksi tak bermata
Dari mereka yang berkarya
Hanya karena secuil masalah cinta
Sehingga semuanya menciptakan penyesalan
Namun sayang
Mereka berdua tak menyadari arti hidup
Bahwa ada lima waktu dalam sehari kadang terlupakan
Sadarilah
Bahwa itulah ekspresi sebaik-baik cinta
Karena cinta-Nya.
Maret ‘03
Si CANTIK
Lingkunganku indah
Pemandangannya unik
Rumahku nyaman
Kamarnya tenang
Suasananya romantis
Karena dihiasi kreasi
Lalu
Adakah kecantikan yang bernyawa
Mungkin hanyalah binatang piaraanku
Namun adakah hadir si dia yang cantik
Yang dapat menghiasi jiwaku, mengatur langkahku,
Membatasi tabirku, memberi semangat hasratku,
Mengobati sakitku, menyanyikan syairku,
Bahkan dia adalah pembawa petunjuk yang diutusNya untukku
10 Maret 2003
NYAMUK
Engkau adalah salah satu dari makhlukNya
Tubuhmu mungil tetapi tidak pula jahil
Engkau ada karena keajaiban Tuhan
Semata untuk melaksanakan kodrat yang suci
Engkau hadir di syurgaku merupakan jawaban si hati yang jijik
Karena sebuah soal dari beraneka gantungan baju
Engkau mengdapatkan nafkah
Dari jeritan-jeritan dosa yang mengalir di jiwaku
Namun demikian hamba sempat heran
Apakah engkau sendiri
Kemudian, ke mana saudara-saudaramu
19 Maret 2003
ANTARA KITA
Wahai wanita cantik
Aku suka kamu, namun
Yang jadi masalah
Apakah kamu juga suka
Kamu suka aku, tapi
Masalah yang jadi
Apakah aku juga suka
Kau benci aku
Adakah maaf untukku
Aku benci kamu
Adakah khilaf dan taubat
Antara kita
Mei 03
PLTD PALU
Nyalamu gelisahku
Menunggu giliran
Menahan sabar
Menunggu waktu
Malaikat pun lalu
Padamu hinaku
Aku dan dia
Engkau
Adalah
Saksi kelabu nan padam
Mei ‘03
INTERPIU
Mana maetuwah ?
Noeiyhi…
Mana cidaha ?
Bwoanyak …
Mana paetuah ?
Malu ahh…
Juni ‘03
SAYANG
Gue tidak mempermasalahkan
Ke-tidak keperewananmu
Bukan pula pergaulanmu
Apalagi sikap sekulermu
Juga hapy-hapymu
Akan tetapi
Imanmu
Juli ‘03
ANDA PUNYA HARGA
SAYA PUNYA NILAI
CEWE BER-BISA
COWO PUN-BISA
JULI ‘03
SABAR DAN DO’A
Dapat memberikan yang lebih
Dari
Dia
INSYA ALLAH
*SANDIWARA*
Cerita dalam cerita
Terdapat keindahan
Seindah-indahnya
Cerita dalam naskah
Lebih indah lagi
Cerita (skenario) dari Tuhan
4 juli ‘03
hilangnya bayangan yang indah di kamarku akibat
hadirnya tubuh yang cantik di nafsuku
18 8 03
MARTABAT
Mahkota kalian bisa hancur di istana
Kehormatan kalian pun tak dhargai
Semua bukan harapan orang tua
BagiNya silet, bagimu tali
20082003
SUA TUHAN
Malu aku tak sujud
Sujud aku tak sombong
Sombong aku tak malu
Malu aku tak sombong
Sombong aku tak sujud
Sujud aku tak malu
Malu dilihatNya sombong tak salah
Sombong penyakit terus sujud
Sombong penawar tak berhenti malu
Sombong kita harus malu
Malu mari kita sujud
Sujud tanpa sombong
Malu musnahkan sombong
20082003
CEMBURU BUTA
Semoga Tuhan dapat mengetahui
Aku bukanlah pria pecemburu
Namun salahkah jika kugini
Pria lain berjalan bersamamu
20082003
P – RAWAN
Semoga alam tak salah
Melihat dini kemesrahan
Menggemparkan gender penyesalan
Menciptakan petik belum boleh
MenyaksikanNya yang Maha Lihat dan Tahu
21082003
KURUNG GAUL
Enkau temanku
Kalian sahabatku
Syurga neraka wujudmu
Timur barat imanmu
21 Agustus ‘03
CANTIK
Orang banyak bilang
Engkau tidak cantik
Aku pun turut bisa tidak
Namun mampukah hamba menjalani dunia dan akhirat
Bahwa engkaulah
Bidadari yang mampu di mata Allah
25 Agustus ‘03
DUA SEJOLI
Kesana kemari
Bagaikan merpati
Disana sampai disini
Bukan lagi mimpi
Itu apalagi ini
Dapat dirasai
Kepela hingga kaki
Tak ada daerah otonomi
Hari demi hari
Ada aku kau ada di hati
Mami dan papi
Tiada hasrat jadi saksi
Syurga dalam api
Hukum alam membuahi
Kontrasepsi
Bukan tak ingin berbagi
Hanya dengan puisi
Refleksi bagimu dua sejoli
25 Agustus ‘03
KEPADA SANG MAHA EROS
Maha suci engkau menciptakan kami
Maha agung engkau memberikan petunjuk
Tuahan
Haruskah aku berjalan untuk sementara
Sanggupkah aku menempuh hidup panjang
Mengapa, …! Mengapa, …?
Hati ini ingin melangkah lagi
Hati ini ingin hidup halal
Hati ini mesti terus berangan
Kapan…???
Kapankah engkau Maha memberi lagi menciptakan
30 8 30
“seorang SENIman bukanlah berarti menjalani HIDUPnya dengan RASA seharian”
19 September 03
PINTU PENANTIAN
Hitam dan putih ingin mampu menjadi satu warna yang lebih indah di hadapan-Mu.
Makasar 17-11-03
RAYA PUSING HARI RAYA
Tidak hasrat sua berkubur
Tidak fisik jin Izrail
Tidak siratal hati mustakim
Tidak menanti ajal menjemput
Enrekang, 18-11-03
SEDANG DICARI
Tidak hasrat ingin penggombal
Melainkan hanya memberi signal
Sebab kebohongan bukan bekal
Kejujuran satu-satu siratal
20 November ‘03
MENCARI CINTA
Demi waktu
Hidup nan kelana
Untuk cinta
Mati pun ngemmis
29 November ‘03
OHHH SALEHAH
Adakah seorang pendamping
Akankah kutemui jodohku
Yang akan tersenyum
Di saat suka dan dukaku
Yang mampu sabar
Di saat aku lebih awal kepangkuanNya
Yang mampu tabah
Di saat kepergianku
Yang mampu setia
Di saat mengantar usunganku
Dan do’anya selalu
Menemani di kuburku
26 12 03
SEBERAPA PANTAS
KATAKAN APA…?
Katakan pantas apa seberapa
Katakan saja demi cinta
Katakan lebih nikmat jadi cidaha
Katakan serius boleh santai
Katakan hati-hati dengan hati
Katakan makruh untuk rokok
Katakan tertgantung untuk narkoba
Katakan jadi, jadi saja
Katakan tidak untuk fitnah
Katakan haram bila syetan
Katakan apa untuk ber-joli
Katakan halal jika putih
29 Desember ‘o3
SAJAKs2002
H A I
Adik….
Kakak…
Kakek…
Sebagai budak yang netral
Aku dipanggil adik
Boleh saja
Tapi,
Sedikit tragis
Sebagai hamba yang sakral
Aku dipanggil kakak
Bisaji,
Tapi
Tidak romantis
Sebagai hamba yang tidak normal
Aku dipanggil kakek
Siapa takut,
Gigi so abis
10 Mei ‘02
MAAF
Dulu aku memang berhasras
Namun tak ada harapan
Cukup sekian aku berharap
Untuk mendapatkan yang menghindar
Maaf teman aku malu pada kalian
Yang telah mengetahui secuil isi hatiku
Dan aku meminta maaf pula
Kepada bintang dan bulan
Yang siap menjadi saksi
Semoga iblis pun memaafkan
2 Juni ‘02
KESUNYIAN
Detik demi detik
Setiap jarum jam berputar
Aku menghabiskan waktuku
Sampai menit ini berlalu
Dan menemukan menit yang baru
Setiap jam setiap hari
Kutemukan kesunyian dalam diri ini
Yang memberikan kedamaian dalam hati
Namun mengapa
Aku mengharapkan hari esok adalah hari yang damai
Yang diiringi dengan keramaian …. Yahh
Keramaian yang belum menjanjikan kedamaian
Hati ini menginginkan ketenangan
Jiwa ini mengharapkan kedamaian
Raga ini mendambakan keramaian
Namun mengapa
Raga ini seakan menyiksa batin
Mungkin batin ini merupakan kenaifan
Yang sering kali
Dipandang sinis oleh keramaian
Berikan daku kesunyian
Dengan kesunyian
Izinkan aku bertafakur dan bersemadi
Dengan izinNya daku melihat kebahagiaan kelak, amin.
Agustus 2002
PENGETAHUAN
Kini 4 tlah kutahu
Tinggal 1 yang belum aku ketahui
Tapi ada1 sesuatu yang aku ketahui
Yakni aku tak mengetahui
Apakah kau ketahui hatiku ini
Ketahuilah…
Moga kau tidak hanya tidak yakin
Bahkan kau akan ketahui
Bahwa kau akan menjadi
Pembawa petunjuk dariNya
Untuk kita
2 Oktober 2002
PENANTIAN
Tuhan….
Datangkanlah kepada insanMu
Suatu masa
Di mana aku bisa menikmati
Kesunyian
So, kesunyian lebih baik dari keramaian
So, keramaian sangat naif untuk kemandirian
Hamba
0ktober ’02
Adik….
Kakak…
Kakek…
Sebagai budak yang netral
Aku dipanggil adik
Boleh saja
Tapi,
Sedikit tragis
Sebagai hamba yang sakral
Aku dipanggil kakak
Bisaji,
Tapi
Tidak romantis
Sebagai hamba yang tidak normal
Aku dipanggil kakek
Siapa takut,
Gigi so abis
10 Mei ‘02
MAAF
Dulu aku memang berhasras
Namun tak ada harapan
Cukup sekian aku berharap
Untuk mendapatkan yang menghindar
Maaf teman aku malu pada kalian
Yang telah mengetahui secuil isi hatiku
Dan aku meminta maaf pula
Kepada bintang dan bulan
Yang siap menjadi saksi
Semoga iblis pun memaafkan
2 Juni ‘02
KESUNYIAN
Detik demi detik
Setiap jarum jam berputar
Aku menghabiskan waktuku
Sampai menit ini berlalu
Dan menemukan menit yang baru
Setiap jam setiap hari
Kutemukan kesunyian dalam diri ini
Yang memberikan kedamaian dalam hati
Namun mengapa
Aku mengharapkan hari esok adalah hari yang damai
Yang diiringi dengan keramaian …. Yahh
Keramaian yang belum menjanjikan kedamaian
Hati ini menginginkan ketenangan
Jiwa ini mengharapkan kedamaian
Raga ini mendambakan keramaian
Namun mengapa
Raga ini seakan menyiksa batin
Mungkin batin ini merupakan kenaifan
Yang sering kali
Dipandang sinis oleh keramaian
Berikan daku kesunyian
Dengan kesunyian
Izinkan aku bertafakur dan bersemadi
Dengan izinNya daku melihat kebahagiaan kelak, amin.
Agustus 2002
PENGETAHUAN
Kini 4 tlah kutahu
Tinggal 1 yang belum aku ketahui
Tapi ada1 sesuatu yang aku ketahui
Yakni aku tak mengetahui
Apakah kau ketahui hatiku ini
Ketahuilah…
Moga kau tidak hanya tidak yakin
Bahkan kau akan ketahui
Bahwa kau akan menjadi
Pembawa petunjuk dariNya
Untuk kita
2 Oktober 2002
PENANTIAN
Tuhan….
Datangkanlah kepada insanMu
Suatu masa
Di mana aku bisa menikmati
Kesunyian
So, kesunyian lebih baik dari keramaian
So, keramaian sangat naif untuk kemandirian
Hamba
0ktober ’02
SAJAKs2001
REMADJA
Remaja bukanlah suatu kebanggaan
Wanita bukanlah suatu impian
Nafsu bukanlah suatu kebutuhan
Akan tetapi remajalah
Yang membanggakan dirinya
Dengan adanya impian disertai suatu kebutuhan
Untuk mengisi kehidupan yang sementara
14 januari 2001
TANGISANKU
Kerpadaku
Pengorbanan apa yang telah beliau berikan
Dariku
Niat apa yang beliau iniginkan
Apakah aku mesti membalas pengorbanannya
Haruskah kami beridealis untuk niat sucinya
Tidak…..
Tidak semudah itu sobat
Sebentar lagi kita akn seperti beliau
Namun apa yang patut kita berikan
Sebelum beliau mengakhiri kehidupan ini
Kawan
Beliau berkorban dengan ikhlas
Beliau berniat dengan haarapan suci
Namun apa yang ia inginkan untuk dunia dan akhirat
Apakah aku harus mendo’akannya
Apakah kami mesti menjadi anak yang saleh
Sekiranya aku besar tanpamu
Seandainya aku besar hanya dengan do’amu
Kepada siapa kammi mesti mengadu dan mengharap
18 januari 2001
NAFSU
Pilihan adalah kebebasan
Akan tetapi pemuda ingin pilihan sendiri
Namun…..
Mengapa mereka mendapat kebebasan
Hidup ini terbatas
Akan tetapi pemuda ingin perhatian
Namun….
Mengapa mereka melampaui batas
Kesenangan hanya sementara
Mengapa menurut mereka kekal
Dunia ini memang hampa
Mengapa mesti mereka isi
Pandangan itu indah
Pendengaran itu merdu
Mengapa mereka menyimpang
Cinta itu buta ,Mengapa teguh mereka raih
Maret 2001
FOR KU&MU
Kawan
Di pondok suci ini
Kita dibatasi oleh masa
Sadarilah keberadaan kita
Sebelum muncul cikal benci
Sobat
Kecintaan
Kekompakan
Pengertian
Hidupkanlah di antara kita
Eratkan tali persaudaraan
Sisikan prasangka buruk
Selagi kita berdampingan
Untuk kenangan kelak
Kawan
Persahabatan hadir
Bukan berarti lepasnya pengertian
Bukan berarti milik bersama
Jangan karena akan berpisah
Bersenang-senanglah dengan waktu ini
Bersenang-senanglah sebelum berpisah
Berbagi-bagilah kenangan yang suci
Sadarilah arti berpisah
Kita berpisah bukan karena benci
Kita menangis bukan karena bangga
Biarkanlah kita berpisah dengan husnul khatimah
Biarkanlah kita menangis dengan kenangan
Mungkin jiwa kita
Masih harus tetap bersama
Mungkin diri kita
Mesti harus akan berpisah
April 2001
SADARILAH
Tidak bukan berarti menolak
Maka tolaklah segala yang tidak tidak
Konflik bukan berarti bersatu
Mengapa kita bersatu kemudian
Bersatu bukan berarti pecah
Mengapa persatuan kita dapat pecah dan punah
penamatan K@U*
Ya Allah
Enam tahun kami di bui suci
Engkau memberikan yang kami mampu
Kesyukuran patut pada kami
Syukur dan puji kami hanyalah untukmu
Penyakit, kekuatan, semangat dan cobaan
Adalah pujian yang engkau berikan
Akhirnya kami akhiri dengan penamatan
Hamdalalah yang pantas kami ucapkan
Ya rasul
Izinkan kami menjadi pengikutmu
Meskipun melalui pondok ini
Terimalah kami sebagai umatmu
Semoga muhammadiyah tetap pada kami
Oooh pondokku
Di mana kami mendpapat liku-liku kehidupan
Di mana lagi kami akan mendapatkan tempat sepertimu
Apakah kami akan mendapat tempat sejenismu
Yang di dalamnya mengajarkan kemandirian & kedewasaan
Terima kasih kami ucapkan kepada mereka
Yang telah berjasa memnggantikan orang tua kami
Yang telah ikhlas mewarisi ilmunya kepada kami
Yang telah memaksa kami untuk bersosial dan berdemokratis
Yang telah menghukum kami dengan hikmah
Terima kasih pula kepada engkau
Yang telah memberikan beribu semangat
Yang telah menghibur kami dengan canda
Yang telah memberikan kepadaku berjuta kesan
Yang telah memaksa aku untuk mengingat-Nya
Wahai saudaraku
Penderitaan yang kita lalui bersama
Ikhlaskanlah untuk pelajaran nantinya
Kenangan yang telah kita hadapi bersama
Kenanglah untuk kebanggaan nantinya
Sampai jumpa ma’hadku
Semoga kami mengenangmu
Untuk di masa depanku
Dengan sebuah kisah klasikmu
Mungkin diriku (kami)
Masih ingin tetap bersamamu
Mungkin jiwa kami
Masih haus sanjunganmu
Juni 2001
ALAM & AMAL
Indahnya gunung aku pandang
Dengan kejauhan patamorgana
Indahnya tuan berlagak sombong
Merasa kekal hidup di dunia
Burung bernyanyi dengan merdu
Sambil terbang di langit biru
Kami bertanya untuk tahu
Sebab semua adalah milik-Mu
Tuhan…
Alam adalah milik-Mu
Kami adalah milik-Mu
Hidup dan matiku untuk-Mu
Namun mengapa kami tak mensyukuri
Wahai sang guru jagat raya
Dimanakah batas gunung & langit
Dimanakah batas timur & barat
Adakah nampak baik burukku
Oktober ‘൦൧
MAWAR
Oh, Mawar
Kulihat fisimu memang indah
Kulihat warnamu aku fens
Meskipun akarmu tak nampak
Kusentuh bungamu
Seakan aku kekal bersamamu
Kuraba durimu
Seakan aku tak ingin bersamamu
Aku memetik tubuhmu
Bersiaplah untuk tidak aborsi
Oktober ‘01
BERKATA CINTA,
CIDAHA BERKATA
Cinta
Oooh cinta….
Adik berkata
Bia cinta mempermainkan kakak
Maka nanti kulapor sama kakek
Biar aku yang memainkannya
Nenek berkata
Bila cinta ditolak
Maka dukun bertindak
Sayang, kamu lemah
Rembulan berkata
Bila cinta sudah melekat
Thai gigi pun terasa coklat
Oh sayang maklumi saya
Matahari berkata
Bila cinta sudah pergi
Bau keringat datang lagi
Oh Tuhan, di mana tawas
Mahasiswa berkata
Cinta itu tidak teratur
Karena cinta kita tidak akur
Masalah cinta pasti berbeda
Dosen berkata
Bila kamu mencari cintaku
Maka cofilah bukuku
Kujamin nilaimu bertambah Sopir taxi bangomong
Bila kau cinta bengong
Jangan harap kami tolong
Silahkan tunggu sampe bolong
PLN berkata
Bila cintamu padam
Jangan risau hidupmu suram
Sabar! Cinta bergiliran
Ibu berkata
Bila cinta telah kau dapat
Jangan lupa pesanku, Buyut!
Hati-hati dengan kontrasepsi
Nafsu berkata
Bila cinta diatas ranjang
Jangan serakah mata keranjang
Kutahu kita sama suka
Iblis mmenggoda
Bila cinta belum kau dapat
Jangan kerja urusan akhirat
Cintamu hadir, kita bersama
Tuhan berbisik
Bila kau mencari ridhaKu
Wanita, bukanlah tumbalmu
Takwalah sebaiknya cinta
Palu, 10 Oktober ‘o1
DIRIKU
Bingung
Tak tahu mengapa dia kembali
Mungkin sekedar menumpang
Atau memncari kesenangan diri
Bimbang
Dalam sebuah masalahnya
Mungkin tidak berfikir panjang
Maka itulah tanggapannya
Pusing
Problem itu menghantui setiap hari
Dalam langkah terasa pincang
Bahkan semua dia sesali
Gandrung
Mungkin jarak memisahkan semuanya
Sadar dan tidur kadang terbayang
Haruskah dia ganrung tanpa berita
Bingung dia membeli
Bimbang dia menawar
Pusing dia dengan penjual
Gandrung dia sebab kehilangan sesuatu
Di toko ada penjual dan pembeli
Di dunia ada waktu dan jalan
Di kita salah dan maaf
13 November 2001
Remaja bukanlah suatu kebanggaan
Wanita bukanlah suatu impian
Nafsu bukanlah suatu kebutuhan
Akan tetapi remajalah
Yang membanggakan dirinya
Dengan adanya impian disertai suatu kebutuhan
Untuk mengisi kehidupan yang sementara
14 januari 2001
TANGISANKU
Kerpadaku
Pengorbanan apa yang telah beliau berikan
Dariku
Niat apa yang beliau iniginkan
Apakah aku mesti membalas pengorbanannya
Haruskah kami beridealis untuk niat sucinya
Tidak…..
Tidak semudah itu sobat
Sebentar lagi kita akn seperti beliau
Namun apa yang patut kita berikan
Sebelum beliau mengakhiri kehidupan ini
Kawan
Beliau berkorban dengan ikhlas
Beliau berniat dengan haarapan suci
Namun apa yang ia inginkan untuk dunia dan akhirat
Apakah aku harus mendo’akannya
Apakah kami mesti menjadi anak yang saleh
Sekiranya aku besar tanpamu
Seandainya aku besar hanya dengan do’amu
Kepada siapa kammi mesti mengadu dan mengharap
18 januari 2001
NAFSU
Pilihan adalah kebebasan
Akan tetapi pemuda ingin pilihan sendiri
Namun…..
Mengapa mereka mendapat kebebasan
Hidup ini terbatas
Akan tetapi pemuda ingin perhatian
Namun….
Mengapa mereka melampaui batas
Kesenangan hanya sementara
Mengapa menurut mereka kekal
Dunia ini memang hampa
Mengapa mesti mereka isi
Pandangan itu indah
Pendengaran itu merdu
Mengapa mereka menyimpang
Cinta itu buta ,Mengapa teguh mereka raih
Maret 2001
FOR KU&MU
Kawan
Di pondok suci ini
Kita dibatasi oleh masa
Sadarilah keberadaan kita
Sebelum muncul cikal benci
Sobat
Kecintaan
Kekompakan
Pengertian
Hidupkanlah di antara kita
Eratkan tali persaudaraan
Sisikan prasangka buruk
Selagi kita berdampingan
Untuk kenangan kelak
Kawan
Persahabatan hadir
Bukan berarti lepasnya pengertian
Bukan berarti milik bersama
Jangan karena akan berpisah
Bersenang-senanglah dengan waktu ini
Bersenang-senanglah sebelum berpisah
Berbagi-bagilah kenangan yang suci
Sadarilah arti berpisah
Kita berpisah bukan karena benci
Kita menangis bukan karena bangga
Biarkanlah kita berpisah dengan husnul khatimah
Biarkanlah kita menangis dengan kenangan
Mungkin jiwa kita
Masih harus tetap bersama
Mungkin diri kita
Mesti harus akan berpisah
April 2001
SADARILAH
Tidak bukan berarti menolak
Maka tolaklah segala yang tidak tidak
Konflik bukan berarti bersatu
Mengapa kita bersatu kemudian
Bersatu bukan berarti pecah
Mengapa persatuan kita dapat pecah dan punah
penamatan K@U*
Ya Allah
Enam tahun kami di bui suci
Engkau memberikan yang kami mampu
Kesyukuran patut pada kami
Syukur dan puji kami hanyalah untukmu
Penyakit, kekuatan, semangat dan cobaan
Adalah pujian yang engkau berikan
Akhirnya kami akhiri dengan penamatan
Hamdalalah yang pantas kami ucapkan
Ya rasul
Izinkan kami menjadi pengikutmu
Meskipun melalui pondok ini
Terimalah kami sebagai umatmu
Semoga muhammadiyah tetap pada kami
Oooh pondokku
Di mana kami mendpapat liku-liku kehidupan
Di mana lagi kami akan mendapatkan tempat sepertimu
Apakah kami akan mendapat tempat sejenismu
Yang di dalamnya mengajarkan kemandirian & kedewasaan
Terima kasih kami ucapkan kepada mereka
Yang telah berjasa memnggantikan orang tua kami
Yang telah ikhlas mewarisi ilmunya kepada kami
Yang telah memaksa kami untuk bersosial dan berdemokratis
Yang telah menghukum kami dengan hikmah
Terima kasih pula kepada engkau
Yang telah memberikan beribu semangat
Yang telah menghibur kami dengan canda
Yang telah memberikan kepadaku berjuta kesan
Yang telah memaksa aku untuk mengingat-Nya
Wahai saudaraku
Penderitaan yang kita lalui bersama
Ikhlaskanlah untuk pelajaran nantinya
Kenangan yang telah kita hadapi bersama
Kenanglah untuk kebanggaan nantinya
Sampai jumpa ma’hadku
Semoga kami mengenangmu
Untuk di masa depanku
Dengan sebuah kisah klasikmu
Mungkin diriku (kami)
Masih ingin tetap bersamamu
Mungkin jiwa kami
Masih haus sanjunganmu
Juni 2001
ALAM & AMAL
Indahnya gunung aku pandang
Dengan kejauhan patamorgana
Indahnya tuan berlagak sombong
Merasa kekal hidup di dunia
Burung bernyanyi dengan merdu
Sambil terbang di langit biru
Kami bertanya untuk tahu
Sebab semua adalah milik-Mu
Tuhan…
Alam adalah milik-Mu
Kami adalah milik-Mu
Hidup dan matiku untuk-Mu
Namun mengapa kami tak mensyukuri
Wahai sang guru jagat raya
Dimanakah batas gunung & langit
Dimanakah batas timur & barat
Adakah nampak baik burukku
Oktober ‘൦൧
MAWAR
Oh, Mawar
Kulihat fisimu memang indah
Kulihat warnamu aku fens
Meskipun akarmu tak nampak
Kusentuh bungamu
Seakan aku kekal bersamamu
Kuraba durimu
Seakan aku tak ingin bersamamu
Aku memetik tubuhmu
Bersiaplah untuk tidak aborsi
Oktober ‘01
BERKATA CINTA,
CIDAHA BERKATA
Cinta
Oooh cinta….
Adik berkata
Bia cinta mempermainkan kakak
Maka nanti kulapor sama kakek
Biar aku yang memainkannya
Nenek berkata
Bila cinta ditolak
Maka dukun bertindak
Sayang, kamu lemah
Rembulan berkata
Bila cinta sudah melekat
Thai gigi pun terasa coklat
Oh sayang maklumi saya
Matahari berkata
Bila cinta sudah pergi
Bau keringat datang lagi
Oh Tuhan, di mana tawas
Mahasiswa berkata
Cinta itu tidak teratur
Karena cinta kita tidak akur
Masalah cinta pasti berbeda
Dosen berkata
Bila kamu mencari cintaku
Maka cofilah bukuku
Kujamin nilaimu bertambah Sopir taxi bangomong
Bila kau cinta bengong
Jangan harap kami tolong
Silahkan tunggu sampe bolong
PLN berkata
Bila cintamu padam
Jangan risau hidupmu suram
Sabar! Cinta bergiliran
Ibu berkata
Bila cinta telah kau dapat
Jangan lupa pesanku, Buyut!
Hati-hati dengan kontrasepsi
Nafsu berkata
Bila cinta diatas ranjang
Jangan serakah mata keranjang
Kutahu kita sama suka
Iblis mmenggoda
Bila cinta belum kau dapat
Jangan kerja urusan akhirat
Cintamu hadir, kita bersama
Tuhan berbisik
Bila kau mencari ridhaKu
Wanita, bukanlah tumbalmu
Takwalah sebaiknya cinta
Palu, 10 Oktober ‘o1
DIRIKU
Bingung
Tak tahu mengapa dia kembali
Mungkin sekedar menumpang
Atau memncari kesenangan diri
Bimbang
Dalam sebuah masalahnya
Mungkin tidak berfikir panjang
Maka itulah tanggapannya
Pusing
Problem itu menghantui setiap hari
Dalam langkah terasa pincang
Bahkan semua dia sesali
Gandrung
Mungkin jarak memisahkan semuanya
Sadar dan tidur kadang terbayang
Haruskah dia ganrung tanpa berita
Bingung dia membeli
Bimbang dia menawar
Pusing dia dengan penjual
Gandrung dia sebab kehilangan sesuatu
Di toko ada penjual dan pembeli
Di dunia ada waktu dan jalan
Di kita salah dan maaf
13 November 2001
11.10.08
29.9.08
28.9.08
Langganan:
Postingan (Atom)





